Mengenal Bagian-bagian Multimeter

Mengenal Bagian-bagian Multimeter – Pada elektronika setiap komponen atau alat yang ada memiliki nilai karakteristik komponen tersebut, seperti komponen resistor yang memiliki nilai resistansi, kapasitor yang memiliki nilai kapasitansi, induktor yang memiliki nilai induktansi serta komponen lainnya.

Nilai karakteristik suatu komponen dapat dilihat pada komponen tersebut, seperti kode warna maupun nilai yang tertulis pada komponen. namun terdapat beberapa komponen yang tidak memiliki kode tersebut. Untuk mengetahuinya dibutuhkan suatu alat yang bernama Multimeter.

Lalu apa itu multimeter, fungsi multimeter, jenis dan bagian-bagian dari multimeter serta cara kerjanya?

Pengertian Multimeter

Multimeter adalah salah satu jenis rangkaian elektronika yang sangat populer. Ditinjau dari segi bahasa, Multimeter terdiri dari kata multi yang artinya banyak dan meter yang berarti pengukur. Dari segi istilah, Multimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur komponen elektronik dengan banyak kemampuan.

Banyak yang dimaksud diatas adalah banyaknya hal yang dapat diukur oleh multimeter, sebagai contoh multimeter dapat mengukur kuat arus dari sebuah rangkaian atau Ampere, multimeter dapat mengukur Tegangan dari sebuah rangkaian atau Volt serta multimeter dapat mengukur Resistansi atau hambatan dari sebuah rangkaian atau Ohm.

Dari sebagian dari kemampuan multimeter tersebut (Ampere, Volt, Ohm), multimeter juga disebut dengan AVO meter yang merupakan singkatan dari Ampere, Volt dan Ohm.

Fungsi Multimeter

Selain ketiga fungsi diatas, multimeter juga memiliki fungsi lain, diantaranya adalah:

  1. Mengukur Tegangan atau Voltage
    Multimeter dapat mengukur tegangan atau nilai volt dari suatu tegangan, baik itu tegangan AC maupun tegangan DC.
  2. Mengukur Arus atau Ampere
    Selain tegangan, multimeter juga berfungsi untuk mengukur arus dimana satuan dari arus yaitu Ampere.
  3. Mengukur Resistansi atau Hambatan
    Hambatan atau Resistansi dari sebuah komponen atau rangkaian elektronika juga dapat diukur oleh multimeter, dimana satuan dari Resistansi yaitu Ohm.
  4. Mengukur Kapasitansi
    Fungsi lainnya dari multimeter yaitu dapat mengukur nilai kapasitansi pada sebuah komponen, satuan dari kapasitansi yaitu Farad. Dimana nilai kapasitansi dapat ditemukan pada komponen Kapasitor.
  5. Mengukur Frekuensi
    Multimeter berfungsi mengukur sinyal dari sebuah rangkaian elektronika atau frekuensi, dimana satuan dari frekuensi adalah Hertz.
  6. Mengukur Hfe
    Fungsi tersebut digunakan untuk mengukur nilai penguatan pada transistor, baik transistor NPN dan PNP.
  7. Mengecek suatu Komponen
    Fungsi lainnya dari multimeter yaitu dapat mengecek jenis dan rusak tidaknya dari sebuah komponen. Multimeter dapat menentukan jenis transistor NPN atau transistor PNP serta dapat mengecek rusak tidaknya komponen elektronika seperti Dioda dan jenisnya.

Namun umunya resistor hanya memiliki fungsi sebagai AVO meter, untuk fungsi tertentu tergantung dari spesifikasi dari multimeter yang digunakan.

Baca Juga : Bagian Tespen Listrik Beserta Fungsinya

Jenis Multimeter

Dilihat dari bentuk multimeter, multimeter terbagi menjadi 2 jenis, yaitu multimeter digital dan multimeter analog.

Multimeter Analog

Sesuai dengan namanya, multimeter ini menunjukan hasil dari pengukurannya dalam bentuk analog, analog disini ditunjukan dengan jarum yang menunjukan angka tertentu (seperti jarum jam). Dengan menggunakan multimeter ini kita harus jeli dalam melihat hasilnya.

Multimeter Digital

Dengan perkembangan zaman dimana semua benda elektronik serba digital, maka multimeter muncul dalam versi digital. Dimana hasil yang ditunjukan oleh multimeter dalam bentuk digital, yaitu dengan layar yang menunjukan angka hasil pengukuran.

jenis multimeter
Jenis multimeter

Multimeter digital dapat menunjukan hasil yang sangat tepat dibandindingkan dengan multimeter digital yang kurang pasti.

Bagian-bagian Multimeter

Rangkaian elektronika merupakan kumpulan dari bagian-bagian komponen elektronika yang digabung menjadi satu dan memiliki fungsi tertentu. Multimeter adalah alat atau rangkaian elektronika yang terdiri dari beberapa bagian-bagian. Berikut bagian-bagian dari multimeter.

Bagian-bagian Multimeter Analog

bagian bagian multimeter
Bagian-bagian Multimeter Analog
  1. Papan Skala Multimeter

Papan skala merupakan papan yang terdapat range angka mulai dari range angka nilai resistansi (Ohm), range nilai Tegangan (Voltage) maupun nilai Arus (Ampere). Papan skala ini digunakan sebagai range nilai pembacaan dari multimeter.

  1. Jarum

Jarum disini berfungsi sebagai penunjuk dari hasil pengukuran didapatkan multimeter, jarum ini akan menunjuk papan skala multimeter.

  1. Sekrup Pengatur Posisi Jarum

Sekrup ini berfungsi untuk mengatur posisi dari jarum multimeter, sekrup ini bertujuan agar dapat mengatur jarum pada posisi nol “0” sehingga nilai pengukuran menjadi akurat.

  1. Batas Ukur

Selain papan skala yang digunakan untuk menunjukan hasil dari pengukuran multimeter, terdapat juga bagian batas ukur pada multimeter. Bagian ini merupakan range yang dapat diukur dari sebuah multimeter, baik range batas ukur untuk Voltage, Ampere maupun Ohm.

  1. Saklar Batas Ukur

Saklar ini berfungsi untuk menunjukan batas ukur yang akan digunakan, atau dengan kata lain batas ukur yang dapat diukur oleh multimeter. Selain itu, bagian ini berfungsi juga untuk menentukan kegunaan atau mode dari multimeter, digunakan untuk mengukur tegangan, resistansi atau arus.

  1. Tombol Pengatur Posisi Jarum

Tombol ini berfungsi untuk mengatur posisi dari jarum multimeter pada posisi nol “0” saat akan digunakan untuk mengukur resistansi atau hambatan. Caranya yaitu dengan cara menghubungkan probe positif dan negatif dari multimeter dan memutar tombolnya sampai jarum menunjukan angka 0 nol dan saklar mode pada kondisi Ohm atau mengukur resistansi.

  1. Lubang dan Kabel Probe

Terdapat 2 lubang probe pada multimeter, lubang probe untuk (+) biasanya ditandai dengan warna merah dan lubang probe (-) yang biasanya ditandai dengan warna hitam. Lubang probe tersebut digunakan untuk menghubungkan multimeter dengan kabel probe. Sedangkan kabel probe digunakan untuk menghubungkan komponen atau rangkaian yang akan diukur dengan alat multimeter. Untuk probe (+) digunakan untuk kaki positif fan probe (-) digunakna untuk kaki negatif.

Bagian-bagian Multimeter Digital

Bagian pada multimeter digital tidak jauh berbeda dengan bagian pada multimeter analog. Pada multimeter digital, jarum dan skala penunjuk diganti dengan layar yang langsung menunjukan angka hasil pengukuran. Serta bagian Saklar dan Batas ukur saklar diganti dengan tombol-tombol pengukuran, seperti tombol untuk pengukuran Ampere, Voltage dan Ohm.

Cara Kerja

Multimeter memiliki cara kerja yang cukup unik. Di dalam alat ini terdapat sebuah kumparan yang terbuat dari bahan tembaga. Kumparan tersebut diletakkan di antara dua kutub yaitu Utara dan Selatan. Pada kumparan tersebut terdapat sebuah jarum ukur atau jarum meter sebagai penunjuk skala. Apabila dua ujung kumparan tersebut dialiri oleh arus lisrik, maka jarum jam akan bergerak menuju skala tertentu.

Baca Juga : Cara Mengukur Resistor dengan Multimeter

Kesimpulan

Multimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu nilai dari komponen maupun rangkaian elektronika. Banyak parameter atau nilai yang dapat diukur oleh multimeter, AVO (Ampere Volt Ohm) diantaranya. Bagian bagian dari multimeter jenis analog dan digital sedikit berbeda dan multimeter memiliki cara kerja yang cukup unik.

Baca Juga : Cara Membedakan Transistor PNP dan NPN dengan Multimeter