Bagian dan Fungsi dari Tespen Listrik

Bagian dan Fungsi Tespen Listrik – Pada kelistrikan terdapat suatu alat yang mengecek apakah terdapat arus listrik yang mengaliri kabel atau tidak ada arus listrik yang mengalirinya. Alat tersebut dapat menunjukan apabila ada arus yang mengaliri suatu kabel dengan cara menunjukan simbol atau tanda adanya arus listrik.

Alat tersebut dinamakan dengan Tespen, lalu apa sih itu tespen, apa saja fungsi dari tespen, apa saja bagian-bagian dari tespen beserta fungsinya, jenis dari tespen, cara kerjanya dan bagaimana cara menggunakan tespen dengan baik dan benar?

Pengertian Tespen

Dilihat dari namanya, Tespen terdiri dari 2 kata, Tes atau Test yang berarti pengecek dan Pen yang berarti pulpen. Jadi Tespen adalah suatu alat yang menyerupai bentuk pulpen yang berfungsi untuk mengecek arus listrik pada suatu kabel atau komponen.

Tespen berbeda dengan multimeter, pada multimeter digunakan untuk mengukur nilai tegangan atau arus yang mengaliri suatu komponen atau penghantar. Sedangkan tespen hanya dapat digunakan untuk mengtest apakah ada arus listrik yang mengaliri komponen tersebut atau tidak. Tespen tidak dapat mengukur nilai dari arus listrik.

Baca Juga : Bagian-bagian Multimeter

Bentuk Tespen

Sesuai dengan namanya, tespen berbentuk menyerupai pulpen. Namun bentuk nyatanya dari tespen adalah sepeti obeng. Terdapat bagian konduktor, lampu indikator dan pegangannya. Bagian ujung dari tespen berbentuk seperti obeng (-) minus. Bentuk umum dari tespen dapat dilihat pada gambar jenis tespen digital.

Jenis Tespen

Sekarang tespen terdapat berbagai jenis macam tespen, diantaranya :

Tespen Analog

Tespen analog atau tespen biasa adalah tespen yang umum ditemui disekitar kita, berbentuk seperti pulpen lengkap dengan penjepitnya dan ujung tespen dengan bentuk obeng minus.

Tespen Bunyi

Tespen jenis ini akan mengeluarkan bunyi jika terdapat arus listrik pada media penghantar dan sebaliknya.

Tespen Digital

Tespen digital adalah salah satu jenis tespen yang menunjukan hasil output dengan nilai digital. Dalam hal ini terdapat konversi dari nilai analog ke nilai digital.

Berikut bentuk dari jenis-jenis tespen :

jenis jenis tespen
Jenis-Jenis Tespen

Fungsi Tespen

Seperti yang kita ketahui pada umumnya, tespen berfungsi untuk mengetahui ada arus listrik yang mengaliri komponen tersebut atau tidak. Namun dari bentuk bagian ujung dari tespen yang menyerupai bentuk obeng minus (-) sehingga tespen dapat difungsikan juga sebagai obeng (-). Jadi fungsi lain tespen dapat memasang atau melepas sekrup dengan bentuk sekrup (-).

Baca Juga : Fungsi Relay

Bagian-bagian Tespen

Tespen terdiri dari beberapa bagian yang menyusunnya, bagian-bagian tersebut mempunyai fungsinya masing-masing. Tespen terdiri dari bagian : Probe, Plastik Isolator, Lampu Indikator, Batang Arang, Pegas, Penjepit dan Tutup Konduktor. Berikut untuk penjelasan dari bagian-bagian tespen beserta dengan fungsinya :

Bagian bagian tespen beserta fungsinya
Bagian-bagian Tespen

Fungsi Bagian-bagian Tespen

  1. Probe

Probe berfungsi sebagai media sentuh dari tespen kepada komponen atau penghantar yang akan ditest. Selain itu probe ini juga berfungsi sebagai obeng minus (-).

  1. Plastik Isolator

Tespen digunakan untuk mengetest arus listrik pada komponen, jadi secara tidak langsung tespen akan bersentuhan dengan listrik dan akan tersetrum apabila mengenai kita. Dengan itu, maka terdapat isolator dari plastik untuk menghindari penggunanya tersetrum listrik.

  1. Lampu Indikator

Lampu ini berfungsi untuk menunjukan adanya arus listrik atau tidak pada penghantar. Apabila lampu indikator menyala maka penghantar tersebut ada arus listriknya sedangkan sebaliknya, apabila lampu indikator tidak menyala maka tidak terdapat arus listrik.

  1. Batang Karbon atau Batang Arang

Batang Arang atau batang karbon pada tespen berperan untuk menurunkan tegangan atau arus litrik. Pada batang karbon terdapat nilai resistansi layaknya sebuah resistor. Jadi batang karbon akan menghambat atau menurunkan arus litrik.

Baca Juga : Resistor LDR

  1. Pegas

Pegas disini berfungsi untuk menekan lampu indikator dengan batang karbon (batang arang) dan pangkal tespen (tutup konduktor).

  1. Tutup Konduktor atau Pangkal Tespen

Pangkal tespen terbuat dari bahan konduktor yang menghantarkan listrik. Pangkal tespen berfungsiuntuk menghantarkan listrik dari tespen dengan tangan. Untuk fungsi lebih lanjut pangkal tespen atau tutup konduktor akan dibahas di Cara Kerja Tespen

  1. Penjepit

Penjepit disini berperan seperti penjepit yang terdapat pada pulpen atau pena. Penjepit pulpen akan berfungsi untuk menjepitkan pulpen pada ujung baju atau pada saku. Hal tersebut juga sama seperti fungsi penjepit tespen, berfungsi untuk menjepitkan tespen pada baju.

Cara Kerja Tespen

Tespen digunakan untuk mengetes adanya aliran listrik pada suatu penghantar, umumnya digunakan untuk mengecek pada stop kontak. Lalu bagaimana cara kerja dari Tespen ?

Cara Kerja dari tespen yaitu dengan cara ujung konduktor tespen (probe) ditempelkan pada penghantar listrik. Kemudian listrik yang mengaliri konduktor tespen akan diterima oleh batang karbon (batang arang), arus listrik yang besar akan diturunkan menggunakan batang arang sehingga aman apabila disentuh tangan manusia.

Itulah sebab mengapa tangan saat menyentuh tespen tidak kesetrum atau nyetrum, hal itu karena terdapat batang karbon pada tespen yang menghambat arus listrik.

Dari batang karbon, kemudian menuju lampu sebagai indikator adanya aliran listrik. Pangkal tespen yang berfungsi menghubungkan tespen dengan manusia, manusia disini berfungsi sebagai negatif atau ground untuk menyalakan lampu indikator.

Jadi untuk menggunakan tespen harus menyentuh bagian pangkal tespen. Apabila lampu indikator menyala maka terdapat arus litrik dan sebaliknya.

Cara Menggunakan Tespen dengan Baik dan Benar

Cara menggunakan tespen yang baik dan benar yaitu sebagai berikut :

  1. Siapkan Tespen yang benar-benar berfungsi dan media penghantar listrik yang akan dicek dengan tespen.
  2. Letakkan jari tangan (tanpa benda yang menghalangi jari tangan) ke bagian ujung tespen (atas) dan hindari tangan atau bagian tubuh kita menyentuh bagian konduktor tespen (probe).
  3. Colokkan probe tespen yang berbentuk seperti obeng minus ke media yang akan cek kelistrikannya.
  4. Tunggu beberapa detik hingga lampu indikator tespen menyala, apabila tidak menyala maka pindah ke lubang yang satunya (apabila yang dicek yaitu stop kontak). Apabila dari kedua lubang tersebut tidak menyala maka arus listrik pada media penghantar tersebut tidak ada, sedangkan dari salah satu kedua lubang tersebut lampu tespen menyala maka terdapat arus listrik pada media penghatar tersebut.

Kesimpulan

Tespen adalah alat kelistrikan yang berfungsi untuk mengetes apakah terdapat arus listrik yang mengalir atau tidak pada suatu penghantar. Tespen terdiri dari beberapa bagian-bagian, diantaranya : Probe, Plastik Isolator, Batang Arang, Lampu Indikator, Pegas, Pangkal Tespen dan Penjepit. Batang Arang atau Batang Karbon pada tespen berfungsi untuk menurunkan nilai arus listrik sehingga penggunanya tidak kesetrum, itulah alasan kenapa tespen tidak nyetrum saat digunakan.