Cara Kerja Transistor : Pengertian, Jenis dan Fungsi

Cara Kerja Transistor : Pengertian, Jenis dan Fungsi – Salah satu jenis dari komponen aktif elktronika ini memiliki 3 kaki, transistor. Transistor banyak sekali dipakai dalam setiap alat elektronik, seperti televisi, radio, dan lain sebagainya. Namun apa sih pengertian atau apa itu transistor, bagaimana bentuk dari transistor yang berkaki 3 (bukan larutan ya wkwk), apa saja fungsi transistor ini dan apa saja jenis-jenis dari transistor serta bagaimana cara kerja dari transistor ?

Pengertian Transistor

Pengertian Transistor – Seperti yang dibahas sebelumnya, Transistor merupakan salah satu jenis komponen aktif elektronika yang memiliki banyak fungsinya, seperti : penguat, pengendali, penyearah, osilator, modulator dan lain sebagainya. Komponen semikonduktor ini banyak diistilahkan sebagai kran air dikarenakan fungsinya sebagai penguat atau pengendali yang dimiliki transistor menyerupai fungsi dari kran air.

Transistor ini memiliki bentuk bermacam-macam, salah satu bentuk transistor yang paling umum yaitu memiliki kaki 3, namun ada juga transistor yang memiliki 2 kaki, berikut bentuk transistor BC547 (untuk transistor 3 kaki) dan transistor 2n3055 (untuk transistor 2 kaki)

Setiap kaki dari transistor memiliki nama atau istilah tersendiri dan setiap kaki tersebut juga memiliki fungsinya tersendiri. Ketiga kaki transistor tersebut yaitu : base, emittor dan collector

Fungsi dari Kaki-kaki transistor

  1. Base : berfungsi untuk menimbulkan elektron-elektron.
  2. Emittor : berfungsi untuk menyalurkan elektron-elektron tersebut tersebut keluar dari transistor.
  3. Collector : berfungsi untuk mengatur gerakan elektron dari emitor yang keluar melalui kaki kolektor.

Fungsi Transistor

Fungsi Transistor – Transistor memiliki 2 fungsi yang sangat familiar, yaitu fungsi transistor sebagai saklar dan fungsi transistor sebagai penguat.

1. Fungsi Transistor sebagai Saklar

Fungsi ini identik dengan transistor berfungsi seperti kran air, apabila kran air diputar maka air akan mengalir. Sama halnya dengan transistor, apabila kaki base pada transistor dialiri arus maka transistor dapat mengalirkan arus, apabila kaki base tidak dialiri dengan arus maka transistor tidak dapat mengalirkan arus. Kondisi inilah yang menjadikan transistor berfungsi sebagai saklar.

Transistor akan mengalami Cutoff apabila arus yang melalui basis sangat kecil sekali sehingga kolektor dan emitor akan seperti kawat yang terbuka, dan Transistor akan mengalami jenuh apabila arus yang melalui basis terlalu besar sehingga antara kolektor dan emitor bagaikan kawat terhubung dengan begitu tegangan antara kolektor dan emitor.

2. Fungsi Transistor sebagai Penguat

Selain menjadi saklar, transistor juga dapat berfungsi sebagai penguat. Apabila kaki dari base dialiri dengan arus yang kecil transistor dapat mengalirkan arus yang besar. Hal ini dapat menjadikan transistor sebagai penguat, dikarenakan hanya membutuhkan arus kecil untuk menghasilkan arus yang besar.

Transistor bekerja pada wilayah antara titik jenuh dan kondisi terbuka (cut off), tetapi tidak pada kondisi keduanya.

Baca Juga : Pengaut Kelas A

Jenis-Jenis Transistor

Jenis-Jenis Transistor – Transistor dapat dibeda-bedakan atau memiliki jenis berdasarkan banyak kategori, jenis transistor dapat dibedakan memalui jenis bahan yang digunakan, kemasan transistor, kinerja transistor, pengaplikasian transistor dan sebagainya. Berikut merupakan jenis-jenis dari transistor :

  1. Materi semikonduktor : Germanium, Silikon, Gallium Arsenide.
  2. Kemasan fisik : Through Hole Metal, Through Hole Plastic, Surface Mount, IC, dan lain-lain.
  3. Tipe : UJT, BJT, JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT, MISFET, VMOSFET, MESFET, HEMT, SCR serta pengembangan dari transistor yaitu IC(Integrated Circuit) dan lain-lain.
  4. Polaritas : NPN atau N-channel, PNP atau P-channel.
  5. Kapasitas daya : Low Power, Medium Power, High Power.
  6. Frekuensi kerja : Low, Medium, atau High Frequency, RF transistor, Microwave, dan lain-lain.
  7. Aplikasi : Amplifier, Saklar, General Purpose, Audio, Tegangan Tinggi, dan lain-lain.

Namun secara umum jenis transistor dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu

  1. Transistor Bipolar (BJT)

Transistor jenis ini memiliki dua jenis yaitu jenis PNP dan jenis NPN

Jenis-Jenis Transistor BJT (Bipolar)
Jenis-Jenis Transistor BJT (Bipolar)
  1. Feild Effect Transistor (FET).
Jenis-Jenis Transistor FET
Jenis-Jenis Transistor FET

Cara Kerja Transistor

Cara Kerja Transistor – Transistor dibuat dengan tiga lapis semikonduktor. Dapat dibuat lapisan PNP ataupun lapisan NPN. Dengan demikian kita mengenal 2 macam transistor, yaitu transistor PNP dan transistor NPN sesuai dengan jenis penyusunnya.Transistor mempunyai tiga kaki (elektroda) yang diberi nama basis (b), emittor (e) dan collector (c). Basis dihubungkan pada lapisan tengah sedang emitor dan collector pada lapisan tepi.

Emittor artinya pemancar, disinilah pembawa muatan berasal. Collector artinya pengumpul. Pembawa muatan yang berasal dari emitor ditampung pada Collector.Basis artinya dasar, basis digunakan sebagai elektroda mengendali.