Fungsi Relay dan Cara Kerja Relay

Pada dunia elektronika terdapat banyak sekali jenis komponen yang termasuk dalam kategori elektronika, salah satu jenis komponen elektronika yaitu relay. Lalu apa itu yang dimaksud dengan relay, bagaimana bentuk dan simbol dari relay, apa fungsi dari relay dan bagaimana cara kerja relay ?

Pengertian Relay

Apa itu Relay ?

Relay atau biasa disebut juga dengan saklar adalah komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang memiliki dua bagian utama, yaitu bagian Elektromagnet (Coil) dan bagian Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Dengan menggunakan relay, kita dapat menggerakan saklar dengan arus yang kecil dan akan dapat menghasilkan tegangan yang besar.

Untuk penggunaan relay harus menyesuaikan dengan spesifikasi dari relay tersebut. Misal Relay 12VDC/4 A 220V, artinya tegangan yang diperlukan sebagai pengontrolnya adalah 12 Volt DC dan mampu men-switch arus listrik (maksimal) sebesar 4 ampere pada tegangan 220 Volt. Atau Relay 5VAC/10A 220V, artinya tegangan yang diperlukan sebagai pengontrolnya adalah 5 Volt AC dan mampu men-switch arus listrik (maksimal) sebesar 10 ampere pada tegangan 220 Volt

Untuk penggunaan relay disarankan agar dibawah spesifikasi dari relaynya, sekitar 80% dari dari spesifikasinya, hal ini bertujuan agar relay aman.

Bentuk dan Simbol Relay

Berikut simbol dari relay dan contoh bentuk relay 5v dan relay 12v

Simbol Relay
Simbol Relay
Relay 5v dan Relay 12V
Relay 5V dan Relay 12V

Cara Kerja Relay

Sebelum membahas cara kerja relay, kita ketahui dulu istilah kerja dari relay,

  1. Normaly ON
    Kondisi awal kontaktor tertutup (On) dan akan terbuka (Off) jika relay diaktifkan dengan cara memberi arus yang sesuai pada kumparan atau koil relay. Istilah lain kondisi ini adalah Normaly Close (NC).
  1. Normaly OFF
    Kondisi awal kontaktor terbuka (Off) dan akan tertutup jika relay diaktifkan dengan cara memberi arus yang sesuai pada kumparan atau koil relay. Istilah lain kondisi ini adalah Normaly Open (NO).
  1. Change-Over (CO) atau Double-Throw (DT)
    Relay jenis ini memiliki dua pasang terminal dengan dua kondisi yaitu Normaly Open (NO) dan Normaly Close (NC).
Struktur Relay
Struktur Relay

Struktur sederhana relay terdiri dari 4 bagian

  1. Bagian Spring
  2. Bagian Armature
  3. Dan Bagian Coil atau Electromagnet yang terdapat Iron Core
  4. Serta Bagian Saklar

Pada struktur relay diatas dapat dilihat bahwa saklar relay memiliki dua kondisi, yaitu kondisi Normaly Open dan Normaly Close, sama seperti yang dibahas sebelumnya. Pada kondisi awal, saklar relay akan berada pada kondisi Normaly Close (NC). Apabila bagian coil atau electromagnet relay dialiri arus maka akan timbul gaya elektromagnet yang akan menarik Armature ke bagian Iron Core. Dengan bagian Armature menyentuh bagian Iron Core maka kondisi saklar akan berubah menjadi Normaly Open (NO), pada kondisi ini relay akan berfungsi sebagai saklar dengan menghantarkan tegangan yang lebih besar. Untuk mengaliri Electromagnet hanya menggunakan arus listrik yang kecil. Apabila arus listrik yang mengaliri Electromagnet berhenti maka kondisi saklar akan kembali ke Normaly Close (NC) dan tidak menghantarkan tegangan.

Fungsi Relay

Fungsi utama dari relay adalah sebagai saklar elektrik, namun dengan pengaplikasian yang berbeda relay akan sedikit berubah fungsinya, berikut beberapa fungsi relay

  1. Pada Modem atau Amplifier Audio, Relay berfungsi sebagai pengontrol tegangan tinggi dengan sinyal yang bertegangan rendah.
  2. Pada selenoid starter mobil, relay berfungsi sebagai pengontrol rangkaian arus tinggi dengan sinyal yang berarus rendah.
  3. Mendeteksi dan mengisolasi kesalahan pada jalur transmisi dan distribusi dengan membuka dan menutup pemutus rangkaian (perlindungan relay).
  4. Sebuah kumparan relay DPDT AC dengan kemasan “ice cube”.
  5. Isolasi mengendalikan rangkaian dari rangkaian yang dikontrol ketika kedua berada pada potensi yang berbeda, misalnya ketika mengendalikan sebuah perangkat bertenaga utama dari tegangan rendah switch. Yang terakhir ini sering digunakan untuk mengontrol pencahayaan kantor sebagai kawat tegangan rendah dapat dengan mudah diinstal di partisi, yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan sering berubah. Mereka mungkin juga akan dikendalikan oleh hunian kamar detektor dalam upaya untuk menghemat energi.
  6. Logika fungsi. Sebagai contoh, DAN fungsi boolean direalisasikan dengan menghubungkan relay normal kontak terbuka secara seri, maka fungsi ATAU dengan menghubungkan normal kontak terbuka secara paralel. Perubahan atas atau Formulir C kontak melakukan XOR fungsi. Fungsi yang sama untuk NAND dan NOR yang dicapai dengan menggunakan kontak normal tertutup. Tangga bahasa pemrograman yang sering digunakan untuk merancang jaringan logika relay.
  7. Awal komputasi. Sebelum tabung vakum dan transistor, relay digunakan sebagai unsur-unsur logis dalam komputer digital.
  8. Safety logika kritis. Karena relay jauh lebih tahan daripada semikonduktor radiasi nuklir, mereka banyak digunakan dalam keselamatan logika kritis, seperti panel kontrol penanganan limbah radioaktif mesin.
  9. Waktu tunda fungsi. Relay dapat dimodifikasi untuk menunda pembukaan atau penutupan menunda satu set kontak. Yang sangat singkat (sepersekian detik) penundaan ini akan menggunakan tembaga disk antara angker dan bergerak blade perakitan. Arus yang mengalir dalam disk mempertahankan medan magnet untuk waktu yang singkat, memperpanjang waktu rilis. Untuk sedikit lebih lama (sampai satu menit) keterlambatan, sebuah dashpot digunakan. Sebuah dashpot adalah sebuah piston diisi dengan cairan yang diperbolehkan untuk melarikan diri perlahanlahan. Jangka waktu dapat divariasikan dengan meningkatkan atau menurunkan laju aliran. Untuk jangka waktu lebih lama, mesin jam mekanik timer diinstal.