Penguat (Amplifier) Kelas A : Ciri-ciri dan Sifatnya

Penguat (Amplifier) Kelas A : Ciri-ciri dan Sifatnya – Amplifier atau power amplifier berfungsi untuk menguatkan sinyal audio setelah mengalami proses. Sinyal yang diterima akan dikuatkan untuk kemudian di umpankan ke loudspeaker. Maka amplifier atau penguat dibedakan menjadi beberapa klasifikasi. Penguat Kelas A, Penguat Kelas B, Penguat Kelas AB dan Penguat Kelas C.

Pengertian Penguat (Amplifier) Kelas A

Penguat Kelas A adalah amplifier yang desainnya paling sederhana dan paling umum digunakan. Jenis ini memiliki tingkat distorsi sinyal yang rendah dan memiliki liniearitas yang tertinggi dari semua jenis klasifikasi lainnya.

Umumnya, Penguat kelas A menggunakan transistor single (transistor bipolar, FET, IGBT) yang terhubung secara konfigurasi Common Emitter. Terdapat distorsi pada saat penguatan sinyal. Kelas A ini menguatkan sinyal input satu gelombang penuh atau 360°.

Penguat kelas A adalah penguat dengan titik kerja yang berada ditengah garis beban transistor, arti berada ditengah-tengah ini adalah tegangan kerja transistor (VB) adalah 1/2 dari tergangan VCE.

Baca Juga : Transistor BJT

Ciri-ciri Penguat Kelas A

Setipa jenis penguat atau amplifier memiliki ciri-ciri atau karakteristiknya sendiri-sendiri, berikut karakteristik atau ciri-ciri penguat kelas A:

  1. Sinyal keluarannya bekerja pada daerah aktif.
  2. Fidelitas yang tinggi
  3. Bentuk sinyal keluarannya sama persis dengan input
  4. Efisiensi yang rendah ( 25% – 50%).
  5. Transistor selalu ON.
  6. Transistor penguat kelas A perlu ditambah dengan pendingin ekstra (misalnya heatsink yang lebih besar)

Sifat-Sifat Penguat Kelas A

Berikut untuk sifat yang dimiliki dari penguat kelas A:

  1. Dirangkai secara common emiter
  2. Digunakan untuk daya yang sedang <10watt
  3. Tuning pada Fasa tegangan Input dan Output berbeda 180 derajadt.

Baca Juga : Cara Membedakan Transistor PNP dengan NPN dengan Transistor

Daerah Kerja Penguat Kelas A

Untuk mencapai Linearitas dan Gain yang  tinggi, Amplifier Kelas A ini mengharuskan Transistor dalam keadaan aktif selama siklus AC. Hal ini menyebabkan pemborosan dan pemanasan yang berlebihan sehingga menyebabkan tidak efisien. Efisiensi Penguat/Amplifier kelas A ini hanya berkisar sekitar 25% hingga 50%.

Penguat transistor ini mempunyai titik kerja efektif setengah tegangan Vcc. Agar rangkaian siap bekerja menerima signal input maka penguat ini memerlukan bias awal. Penguat kelas A adalah amplifier dengan efisiensi terendah tetapi memiliki cacat signal (distorsi) terkecil.

Untuk mendapatkan titik kerja transistor tepat setengah tegangan Vcc, maka harus dilakukan sedikit perhitungan melalui pembagi tegangan yang terdiri dari dua buah resistor. Karena memiliki distorsi kecil, maka penguat jenis ini dapat digunakan sebagai amplifier awal sebuah sistem (Pre Amp).

Baca Juga : Pengertian Op-Amp

Contoh Rangkaian Penguat Kelas A

Berikut contoh untuk rangkaian penguat kelas A

Rangkaian Penguat Kelas A
Rangkaian Penguat Kelas A

Baca Juga : Karakteristik Penguat Kelas B