Pengertian Resistor dan Fungsinya

Komponen pada bidang elektronika sangat beragam macam jenisnya dan memiliki fungsinya masing-masing, salah satu jenisnya adalah resistor. Resistor salah satu komponen pasif elektronika. Berikut penjelasan dari pengertian resistor,fungsi resistor, jenis resistor dan cara kerja resistor.

Pengertian Resistor

Apa itu resistor?

Resistor adalah salah satu jenis dari komponen pasif dari elektronika, resistor terbuat dari bahan carbon dan ada juga yang terbuat dari kawat nikrom. Resistor memiliki nilai resistansi yang memiliki fungsi untuk menghambat arus yang melewatinya. Nilai resistansi dari resistor beragam nilainya, tergantung dari warna cincin (kode warna) yang ada pada resistor tersebut (untuk resistor fixed).

Simbol Resistor

Resistor adalah
Simbol Resistor

Simbol resistor seperti yang ditunjukan pada gambar diatas, resistor memiliki satuan Ohm (simbol: Ω), nama Ohm berasal dari penemu resistor, Georg Simon Ohm. Untuk dalam simbol atau singkatan dalam huruf biasanya digunakan huruf ‘R’.

Fungsi Resistor

Resistor memiliki fungsi sebagai penghambat arus listrik, menghambat arus ini bertujuan agar arus yang masuk pada komponen berikutnya tidak terlalu besar dan tidak merusak komponen selanjutnya. Contoh pengaplikasiannya pada rangkaian sederhana LED, dari sumber arus sebelum langsung ke LED biasanya digunakan resistor. Resistor tersebut bertujuan agar tidak merusak LED dikarenakan LED biasanya menggunakan arus yang kecil.

Nilai resistansi yang digunakan harus sesuai dengan arus yang digunakan pada komponen lain, apabila arus kelebihan maka akan membuat komponen lain cepat rusak dan sebaliknya, apabila arus kecil maka komponen akan kekurangan arus yang dapat mengakibatkan performa dari komponen kurang. Apabila LED kekurangan arus maka sinar yang dihasilkan redup.

Fungsi dari Resitor antara lain :

  • Sebagai Pembatas Arus listrik
  • Sebagai Penurun Tegangan listrik
  • Sebagai Pengatur Arus listrik
  • Sebagai Pembagi Tegangan listrik

Cara Kerja Resistor

Prinsip kerja dari resistor adalah dengan mengatur arus listrik (elektron) yang mengalir dengan menggunakan jenis bahan konduktif tertentu dengan digabung dengan bahan lainnya sehingga dapat menghambat arus listrik yang mengalir. Resistor dapat dipasangkan secara seri maupun pararel, sesuai dengan penggunaanya sebagai pembagi arus listrik, pembagi tegangan listrik maupun penurung tegangan listrik dan sebagainya.

Jenis Resistor

Resitor memiliki dua jenis berdasarkan dari nilai resitansinya

1. Resistor Fixed

Sesuai dengan namanya, resistor ini memiliki nilai resistansi yang tetap, nilai resistansi ini dapat dihitung dengan memnggunakan multimeter maupun menggunakan cincin warna (kode warna) yang ada pada resistor tersebut.

Jenis Resistor Fixed
Jenis Resistor Fixed

2. Resistor Variable

Jenis resistor ini adalah kebalikan dari resistor fixed, resistor ini memiliki niali resistansi yang dapat berubah-ubah. Nilai resistansi dapat diubah dengan mengatur (memutar) tuas yang ada pada resistor tersebut. Akan dibahas dua jenis resistor variable yang unik

Jenis Resistor Variable
Jenis Resistor Variable

a. Resistor Thermal

Resistor jenis ini memiliki nilai resitansi yang berubah-ubah sesuai dengan suhu yang dia terima. Jadi resitansi berubah dipengaruhi oleh suhu yang ada disekitar.

Resistor Thermistor
Resistor Thermistor

b. LDR (Light Dependent Resistor)

Jenis resistor ini nilai resistansinya berubah-ubah sesuai dengan cahaya yang diterimanya atau resistor ini dipengaruhi oleh cahaya. Resistor ini bisa juga digunakan sebagai “sensor”.

Resistor LDR
Resistor LDR

Baca Juga : Fungsi dan Cara Kerja Resistor LDR

Kesimpulan

Resistor adalah komponen yang memiliki nilai resistansi yang berfungsi untuk menghambat arus listrik. Resistor terbagi menjadi 2 jenis yaitu resistor tetap dan resistor variable. Pada kedua jenis tersebut terbagi lagi menjadi beberapa jenis dan resistor memiliki cara kerja yang cukup menarik.