Struktur Kabel Fiber Optik dan Fungsinya

Pada setiap benda pasti memiliki komponen penyusunnya, komponen penyusun tersebut bisa dibilang sebagai struktur dari benda tersebut. Tak terkecuali dengan kabel fiber optik, pada kabel fiber optik terdapat komponen penyusunnya yang berupa struktur kabel. Setiap struktur memiliki fungsi yang berbeda-beda. Sebelum mengetahui struktur kabel fiber optik, baca duhulu pengertian fiber optik disini.

Struktur Kabel Fiber Optik

Apabila membahas struktur kabel fiber optik akan berbeda dengan membahas struktur serat kabel fiber optik. Serat optik merupakan bagian dari kabel optik, sedangkan kabel optik merupakan satu kesatuan dari serat fiber optik yang menjadi satu dan digunakan untuk berbagai medan (udara, tanah atau laut). Jadi apabila membahas struktur kabel fiber optik akan tergantung dengan jenis kabel yang digunakan. Namun kali ini akan dibahas dulu mengenai struktur serat fiber optik.

Struktur serat fiber optik terdiri dari 3 bagian, yaitu bagain core, cladding dan bagian coating.

Bagian Serat Fiber Optik
Sturktur Serat FIber Optik

Core

Bagian ini merupakan bagian inti dari kabel fiber optik, core berfungsi sebagai media atau tempat yang digunakan sebagai tempat merambatnya cahaya. Core memiliki diameter sekitar 9 μm sampai 50 μm, bisa dibayangkan bahwa ukuran serat fiber optik sangat kecil. Semakin kecil ukuran diameter fiber optik, semakin cepat atau bagus cahaya ayng dikirimkan.

Cladding

Bagian ini merupakan lapisan kedua pada serat fiber optik dan digunakan sebagai media pantul dari cahaya, hal ini dikarenakan cahaya memiliki sifat rambat, yaitu merambat lurus, dipantulkan atau dibiaskan. Apabila cahaya yang dikirimkan mengalami pembelokan maka akan dipantulkan dengan cladding agar tetep didalam serat fiber optik.

Agar dapat memantulkan cahaya, bagian cladding terbuat dari kaca dan memiliki diameter sekitar 125 μm.

Coating

Bagian ini merupakan bagian terluar dari serat fiber optik, berfungsi sebagai penguat atau pelindung bagaian core dan cladding dari gangguan mekanik (tekanan, air, tanah dll). Sehingga bagian ini terbuat dari bahan yang elastis, yaitu “plastik”. Pada coating juga terdapat kode warna serat optik sebagai penanda urutan kabel fiber optik. Coating memiliki diameter sekitar 250 μm.

Fungsi Struktur Kabel Fiber Optik

Central Strength Member

Central strength member adalah bagian penguat yang terletak ditengah-tengah kabel optik. Bagian ini dapat berupa pilinan kawat baja atau Solid Steel Core atau Glass Reinforced Plastic. Central Strength member mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi yang diperlukan pada saat instalasi.

PE Sheath

Polyethylene Sheath adalah bagian yang berfungsi sebagai penutup bagain central strength member dan sebagai pemisah dengan bagain lose tube. PE berbentuk kulit atau jaket dengan bagan polyethylene.

Loose Tube

Loose tube, berbentuk tabung longgar yang terbuat dari bahan PBTP (Polybuty Leneterepthalete) yang berisi  thixotropic gel dan serat optik ditempatkan didalamnya. Konstruksi loose tube yang berbentuk longgar tersebut mempunyai tujuan agar serat optik dapat bebas bergerak, tidak langsung mengalami tekanan  atau gesekan yang dapat merusak serat pada saat instalasi kabel optik.

Thixotropic gel adalah bahan semacam jelly yang berfungsi melindungi serat dari pengaruh mekanis dan juga untuk menahan air. Sebuah loose tube dapat bersisi  2 sampai dengan 12 serat optik. Sebuah kabel optik dapat bersisi 6 sampai dengan 8 loose tube.

High Density Polyethylene Sheath

HDPE Sheath atau High Density Polyethylene Sheath yaitu bahan sejenis polyethylene keras yang digunakan sebagai kulit kabel optik berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi serat optik dari pengaruh mekanis pada saat instalasi.

Alumunium Tape

Alumunium tape atau lapisan alumunium ditempatkan diantara kulit  kabel dan water blocking  berfungsi sebagai konduktivitas elektris (pelindung elektris) dan melindungi kabel dari pengaruh mekanis.

Flooding Gel

Flooding gel merupakan bahan pengisi yang digunakan pada kabel optik agar kabel menjadi padat. Bagian ini terbuat dari bahan campuran petroleum, synthetic dan silicon yang mempunyai sifat anti air.

Peripheral Strain Elements

Peripheral Strain Elements terbuat dari bahan polyramid yang merupakan elemen pelengkap optik yang diperlukan untuk menambah kekuatan kabel optik. Polyramid mempunyai kekuatan tarik  tinggi.

Struktur Kabel Fiber Optik Bawah Tanah

Jenis kabel ini memiliki pelindung mekanis yang lebih kuat dibanding jenis kabel lainnya, berikut struktur kabel fiber optik bawah tanah :

Sturktur Kabel FIber Optik Bawah Tanah
Sturktur Kabel FIber Optik Bawah Tanah

Struktur Kabel Fiber Optik Udara

Kabel Optik unutk Udara terdapat komponen yang digunakan untuk menggantung kabel, bagian tersebut berbentuk kawat dan dilapisi dengan polyethylene.

Sturktur Kabel FIber Optik Udara
Sturktur Kabel FIber Optik Udara

Struktur Kabel Fiber Optik Duct

Jenis ini hampir sama dengan jenis kabel bawah tanah, namun unutk pelindung mekanis pada jenis duct tidak sekuat pelindung mekanis kabel tanah.

Sturktur Kabel Fiber Optik Duct
Sturktur Kabel Fiber Optik Duct

Baca Juga : Jenis Kabel Fiber Optik Berdasarkan Mode Perambatan Cahaya

Referensi :

Maxmanroe : Pengertian Fiber Optik, Fungsi, Jenis, Cara Kerja, dan Komponennya